Fri. Sep 30th, 2022

Limbah adalah hasil dari aktivitas masyarakat yang terus saja ada setiap harinya. Limbah yang sering dihasilkan adalah sampah dan hingga sekarang menjadi masalah yang belum teratasi. Ternyata, limbah juga ada yang sangat berbahaya. Adanya jenis limbah berbahaya inilah yang menjadi permasalahan yang harus bisa ditanggapi bersama. 

Karena pencemaran limbah yang tidak ada habisnya akan membuat bumi dan makhluk hidup yang ada pun juga terancam. Tidak hanya manusia yang akan mengalami dampak, tapi juga tumbuhan dan hewan. Maka daripada itu, Anda harus benar-benar berusaha agar tidak memperbanyak limbah. Apa saja jenis limbah yang berbahaya? Untuk lebih jelasnya, berikut ini ulasannya. 

Jenis Limbah Berbahaya 

Pada dasarnya limbah tidak memiliki manfaat yang baik, sehingga banyak sekali usaha yang dilakukan agar bisa mengurangi produksi limbah setiap harinya. Tapi, tetap saja hal ini sulit, mengingat produksi limbah setiap harinya sangatlah besar. Dari seluruh jenisnya, limbah B3 adalah yang paling mengkhawatirkan. 

Limbah B3 adalah singkatan dari limbah berbahaya dan beracun. Dimana jenis limbah-limbah ini sendiri tidak hanya membahayakan lingkungan tapi juga manusia. Menurut peraturan pemerintah limbah B3 mempunyai sifat seperti mudah meledak, korosif, beracun, mudah menyala dan infeksius. Berikut ini adalah jenis limbah B3: 

Sumber Spesifik 

Jenis dari limbah B3 yang pertama adalah yang berasal dari sebuah proses utama dalam kegiatan industri. Dimana ada beberapa zat yang ada pada limbah dengan sumber spesifik ini, untuk yang terhalogenasi semisalnya adalah klorobenzena, metilen klorida dan lain sebagainya. Sedangkan yang tidak terhalogenasi adalah seperti aseton, nitrobenzene dan lain-lain. 

Sumber Tidak Spesifik 

Lalu jenis yang kedua adalah limbah yang berasal dari sumber tidak spesifik. Limbah yang satu ini sendiri tidak dihasilkan dari proses utama dalam kegiatan industri, tapi dari kegiatan atau proses pemeliharaan alat, pelarutan kerak dan lain sebagainya. 

Kadaluarsa 

Untuk jenis yang satu ini adalah limbah yang berasal dari berbagai sumber yang bisa dikatakan tidak diduga. Kalau Anda berpikir limbah kadaluarsa dari barang yang expired, maka itu benar. Biasanya limbah ini berasal dari sisa makanan, sisa kemasan, makanan kadaluarsa dan lain sebagainya. 

Ketiga jenis dari limbah B3 tersebut sebenarnya sering Anda temui dimana saja. Bahkan mungkin Anda pernah membuang limbah-limbah tersebut setiap harinya. Cobalah perhatikan lagi sampah yang Anda buang, karena bisa saja mengandung limbah B3 yang seharusnya tidak Anda buang sembarangan. 

Contoh Limbah B3 

Adapun beberapa contoh dari produk-produk yang berpotensi untuk menjadi limbah B3. Apa saja contohnya? Berikut ini daftarnya: 

  1. Baterai 

Tidak banyak yang tahu, bahwa baterai bekas adalah contoh dari limbah B3. Anda pun pasti sering menemukan batu baterai bekas yang dibuang sembarangan. Padahal pada dasarnya batu baterai bekas tidak boleh dibuang sembarangan. Karena sangat berbahaya sekali bagi manusia serta lingkungan. 

Ada beberapa bahan kimia yang ada dalam batu baterai dan terbukti bisa menjadi racun, seperti merkuri, timbal, nikel, lithium dan kadmium. Semua jenis logam berat tersebut sangatlah berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh manusia. Jadi, lebih baik Anda tidak membuang batu baterai bekas di tempat umum.  

  1. Deterjen 

Deterjen adalah salah satu jenis limbah B3 yang dapat membahayakan lingkungan dan manusia. Anda sendiri pasti menggunakan deterjen untuk menjaga kebersihan, tapi ternyata ada beberapa bahan kimia berbahaya di dalamnya. Sebut saja filler, builder, surfaktan serta aditif. 

Busa yang dihasilkan oleh deterjen dan Anda buang ke saluran air bisa menyebabkan dampak buruk. Busa yang terkena air tidak akan hilang begitu saja dan membuat udara menjadi berkurang atau terbatas. Ketika busa ini masuk ke sungai, maka makhluk hidup yang ada bisa mati karena kurangnya oksigen. 

  1. Obat nyamuk 

Bagi Anda yang menggunakan obat nyamuk di rumah, lebih baik berhati-hati dalam menggunakannya. Dalam obat ini terkandung berbagai bahan kimia yang berbahaya, misalnya adalah DDVP, karbamat serta diethyltoluamide. Ketiga bahan tersebut merupakan pembunuh serangga. 

Sehingga bisa dipastikan bahwa asap yang dihasilkan obat nyamuk bakar sangatlah berbahaya apabila dihirup. Walaupun sekarang sudah ada obat nyamuk dalam bentuk cair yang dosis bahan kimianya lebih kecil, tapi tetap saja Anda harus tetap berhati-hati. 

Jika Anda ingin menggunakan obat nyamuk bakar, pastikan bahwa ventilasi udara sangat baik.  Jangan sampai Anda memasang obat nyamuk bakar dalam ruangan yang tertutup rapat, karena sangat berbahaya sekali. 

Demikianlah penjelasan tentang jenis limbah yang berbahaya atau sering disebut dengan limbah B3. Agar lingkungan bisa selalu dalam keadaan baik dan sehat, lebih baik Anda mengurangi produk-produk yang bisa berpotensi menjadi limbah berbahaya. Kalau Anda bisa mendaur ulang beberapa produk untuk menjadi lebih bermanfaat, tentu saja akan memberikan hasil yang baik. 

By admin